PAPUA INDAH DAN DAMAI

Menyuarakan kedamaian dan keindahan bumi Papua untuk bangsa ini...

Tanahku Papua

Papua, Indonesia kecilku...

Jayapura City

...ibukota Papua yang memikat di malam hari...

Festival Lembah Baliem

budaya luhur suku Dani, Lani, dan Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan

Cenderawasih

burung khas Papua sebagai 'bird of Paradise'

Tawa Papua

potret dari keceriaan anak-anak di Papua

Raja Ampat

gugusan pulau yang indah dan exotic

Halaman

Minggu, 17 Agustus 2014

OPM MANOKWARI

Kasdam XVII/Cenderawasih
Jayapura - Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hinsa Siburian memastikan ratusan orang pendukung kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Susmoruf, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat pada Sabtu (16/8) siang, menyatakan bergabung ke NKRI.

"Memang benar adanya penyerahan diri itu. Tidak ada yang rekayasa. Itu ada senjatanya dan ada foto-fotonya," kata Hinsa di Jayapura, Minggu (17/8), ketika dikonfirmasi terkait keraguan pihak tertentu terhadap informasi bergabungnya kelompok OPM dalam jumlah banyak itu.

Ia mengatakan, bergabungnya ratusan OPM itu langsung diterima oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, yang disaksikan langsung Caretaker Bupati Manokwari Selatan Eko Budianto, Danrem 171/PVT Brigjen TNI Djoko Subandrio dan Asintel Kolonel Arh Imanuel Ginting.

Dalam acara penyerahan diri itu, pimpinan OPM Yance Mandacan, Niko Aiba, dan Sayori menyerahkan delapan pucuk senjata organik dan rakitan.

"Jadi yang benar itu ada 700 OPM yang tinggal di kampung dan di hutan sana yang menyerahkan diri. Senjatanya itu delapan pucuk, tiga di antaranya rakitan dengan rincian dua revolver dan enam laras panjang," katanya.

Hinsa menyampaikan bahwa jika Yance, Niko dan Sayori merupakan kelompok OPM Kaswari I dan Kaswari II yang berjuang di hutan-hutan Manokwari, namun mereka merasa tidak ada perubahan sehingga menyatakan sikap untuk kembali kepangkuan NKRI guna mendapatkan sentuhan pembangunan di segala bidang. (red)


Kamis, 14 Agustus 2014

Pengibaran Bendera Raksasa di Puncak Gunung Pawa

Foto Ilustrasi (http://scoutaddictadventure.blogspot.com)
Bendera Merah Putih
Jayapura – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M. melepas pasukan pengibar Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Pawa, Distrik Muara Tami dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-69,Kamis (14/8).

Acara pengibaran bendera Merah Putih raksasa ini bukanlah inisiatif TNI, melainkan masyarakat yang datang meminta kepada TNI untuk memberikan ijin memasang bendera Merah Putih, sehingga Pangdam XVII/Cenderawasih sengaja datang untuk menyerahkan langsung Bendera Merah Putih secara simbolis kepada masyarakat bersama dengan TNI. Masyarakatlah yang akan memasang Bendera Merah Putih di tempat tertinggi di Gunung Pawa tersebut. Bendera Merah Putih berukuran 8 x 6 meter ini merupakan lambang kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Perjalanan untuk memasang Bendera Merah Putih raksasa tersebut akan memakan waktu kurang lebih tiga hari dua malam, dengan titik start perjalanan dari pos TNI AD di perbatasan RI-PNG.

Terdapat 50 masyarakat bersama personel TNI dan yang berpartisipasi serta 35 personel dari LMR-RI (Lembaga Missi Reclasseering-Republik Indonesia) yang akan melakukan perjalanan memasang Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Pawa tersebut. Masyarakat menginginkan Bendera Merah Putih selalu berkibar di Puncak Gunung Pawa perbatasan RI-PNG yang masuk ke dalam wilayah NKRI di tanah Papua tersebut.

Selain itu, Pangdam juga menegaskan bahwa Indonesia telah merdeka dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu harus bangga menjadi warga negara Indonesia, meskipun terdapat beberapa kelompok yang berseberangan. TNI tidak pernah menjadikan mereka sebagai musuh, apabila mereka ingin bergabung dengan NKRI, silahkan untuk membangun Papua ke depan yang lebih baik.

Turut hadir dalam kunjungan Pandam XVII/Cenderawasih tersebut Asops Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Frengky E. Riupassa, S. Sos, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Tri Yuniarto, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arh Rikas Hidayatulah, Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Singgih Pambudi, Wakil Bupati Kabupaten Keerom Muhammad Markum, Ketua LMR RI Provinsi Papua Imam Syafe’i, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh daerah Distrik Muara Tami. (Cen)

Sumber: kodam17cenderawasih.mil.id

Satu Anggota KKB Perbatasan Nyatakan Setia Pada NKRI

Satu Anggota KKB Perbatasan Nyatakan Setia Pada NKRI
Stanis menandatangani pakta kesetiaan pada NKRI (foto: kodam)

Jayapura – Stanis Stanfa Chilong menyatakan sumpah setianya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di hadapan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M di pos Pengamanan Skouw, Perbatasan RI-PNG, Kamis (14/8).

Pangdam XVII/Cenderawasih menyatakan bahwa masuknya Stanis adalah bukti bahwa keamanan di perbatasan, khususnya wilayah NKRI sudah aman dan kondusif. Pangdam juga menyambut dengan tangan terbuka kepada siapa pun yang hendak menyatakan keetiaannya kepada NKRI, terlebih harapannya adalah kepada masyarakat yang masih bergabung dengan KKB.

Stanis Stanfa ini adalah salah satu orang anggota Mathias Wenda yang ada di daerah Perbatasan RI-PNG. Stanis Stanfa yang berumur 74 tahun ini menyatakan kesetiaannya kepada NKRI didasari dengan niat yang tulus, kesadaran dan tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Ia juga menyatakan bahwa dirinya masuk ke NKRI karena sudah enggan hidup di perbatasan PNG karena kehidupan disana jauh dari nyaman dan jauh dari kesejahteraan.

Sebelumnya, Stanis Stanfa telah tinggal di Muara Tami, Indonesia selama 10 tahun terakhir ini dan sudah membuat kebun dengan baik. Bahkan 12 anak dan cucunya yang ada di PNG nantinya akan dibawa untuk tinggal di wilayah Indonesia karena kehidupan bisa menjadi lebih baik. Untuk saat ini hanya Stanis saja yang menyatakan masuk ke NKRI dan pada waktu dekat akan membawa keluarganya.

Selain alasan Stanis bergabung karena kehidupan di perbatasan PNG jauh dari nyaman dan sejahtera, ia juga menyatakan bahwa terdapat kepala OPM yang bernama Mathias Wenda. Sudah banyak orang yang membuat masalah di perbatasan dan lari ke PNG. Stanis juga menginginkan agar ada surat perjanjian antara RI dan PNG agar dapat bekerjasama untuk menangkap orang-orang yang selalu membuat masalah, onar dan mengganggu masyarakat supaya keamanan masyarakat terjamin.

Pangdam XVII/Cenderawasih telah melakukan kunjungan ke perbatasan RI-PNG bersama dengan para tokoh Pemerintah, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat guna melakukan dialog untuk bersama-sama menjaga keamanan di daerah perbatasan. (red)

Sumber: Cenderawasih Pos

Selasa, 12 Agustus 2014

MANTAN TOKOH OPM DAPAT PENGHARGAAN DARI PRESIDEN SBY

Presiden SBY
Jayapura - Enam putra terbaik Papua akan mendapat penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-69 tahun 2014. Mereka adalah mantan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Tiga nama yang akan mendapat penghargaan tertinggi berupa Bintang Jasa Nararya itu adalah Ondofolo Franzalbert Yoku ( Mantan Moderator Urusan Luar Negeri), Nicolaas Jouwe dan Nicholas Simione Messet.

Franzalbert Yoku yang ditemui di Jayapura, Selasa (12/8/2014) mengemukakan, penganugerahan penghargaan tertinggi jenis Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Jasa Nararya itu akan dilakukan bersamaan dengan Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Istana Negara Jakarta. Penghargaan akan diberikan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 13 Agustus 2014.

Bintang Jasa Nararya, merupakan penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia atas jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara. Secara khusus di Papua di mana sejak tahun 2007 Ondofolo Franzalbert Joku, Nicholas Simione Messet, dll mewakili pemerintah menjalankan diplomasi luar negeri di dunia secara intensif khususnya menyangkut isu Papua.

Delapan tahun lalu, tepatnya Januari 2006 pemerintah Papua New Guinea (PNG) pernah menganugerahi sebuah Bintang Kehormatan “Officer of the Order of Logohu” kepada Ondofolo Franzalbert Joku sebagai rekognisi atas jasa-jasa, prestasi dan pengabdian di bidang Journalistic, Politik dan Pemerintahan. Kedua selaku moderator PDP untuk pertama kali dalam sejarah mencapai tingkat internasional yang belum pernah dialami gerakan Papua Merdeka sebelumnya. 

Ada enam orang dari Papua yang masuk dalam daftar penganugerahan, di mana 5 orang menerima Bintang Jasa Nararya dan 1 orang menerima Bintang Mahaputra Utama. Berikut nama para penertima penghargaan yang berasal dari Papua

1. Abraham Ataruri, Gubernur Papua Barat (Bintang Mahaputra Utama)

2. Ondofolo Franzalbert Joku, mantan moderator urusan luar negeri (Bintang Jasa Nararya)

3. Pdt. Lipiyus Biniluk, Komisaris Bank Papua dan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Kristen se-Papua (Bintang Jasa Nararya)

4. Nicolaas Jouwe (Bintang Jasa Nararya)

5. Constant Karma, mantan Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Papua (Bintang Jasa Nararya)

6. Nicholas Simione Messet (Bintang Jasa Nararya).

sumber: detik.com

SAMBUT HUT RI, PEMDA PANIAI GELAR LOMBA YOSPAN

Ilustrasi Tarian Yospan (Foto: log.viva.co.id)
Tari Yospan
Paniai (11/8) – Dalam rangka menyambut HUT RI ke-69 pada 17 Agustus 2014, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Paniai gelar lomba Tarian Yosim Pancar (Yospan) yang diikuti lima grup Yospan.

“Peserta yang ikut itu dari RSUD Paniai, Polres Paniai, Pemuda Gereja Betlehem Madi Paniai, Remaja SMP N 1 Paniai dan Remaja Sekertariat Kabupaten Paniai,” kata Marike Kayame, Koodinator lomba melalui telepon selulernya, Minggu (10/8).

Menurut Marike yang juga Sekretaris Dinas Koperasi Kabupaten Paniai, kegiatan lomba Yospan dalam rangka penyambutan HUT RI ini terbagi dalam dua kategori, yaitu remaja dan umum, di mana kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka tujuh belasan.

Marike berharap, setiap peserta grup yang mengikuti lomba akan diseleksi dan yang terpilih akan direkrut ke dalam grup kesenian Kabupaten Paniai untuk mewakili Kabupaten Paniai di ajang-ajang pertandingan tingkat provinsi nantinya. Terkait pendanaan, berasal dari dana Panitia HUT RI Ke-69 Kabupaten Paniai.

Masih terkait HUT RI Ke-69 di Kabupaten Paniai, Mince Youw, salah satu panitia mengatakan, selain kegiatan Yospan ada juga kegiatan lain yang dilombakan. Seperti perlombaan gerak jalan, pertandingan bola volly, lomba lari lima kilo meter dan beberapa perlombaan lainnya.

“Saya berharap, kegiatan berlangsung aman dan damai tanpa gangguan apapun. Tidak ada yang rusuh dan konflik. Mari kita jaga keamanan sama-sama,” ungkap Mince melalui telepon selulernya, Minggu (10/8) malam.

Minggu, 10 Agustus 2014

SIKAP KELOMPOK LANNY JAYA

Anggota Polres Lanny Jaya, Brigadir Polisi, Ronald Ohee (Jubi/Indrayadi TH)
Brigpol Ronald Ohee (sumber: tabloidjubi.com)
Jayapura, (8/8) – Brigadir Polisi (Brigpol) Ronald Ohee, anggota Polres Lanny Jaya yang juga saksi mata penembakan disertai pembantaian terhadap rekannya, Senin (28/7) lalu tidak bisa menyembunyikan kegundahannya. Ia masih ingat betul peristiwa yang merenggut nyawa rekannya yang dilakukan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Lanny Jaya, beberapa waktu lalu. Menurut Brigpol Ronald Ohee, tindakan KSB itu sangat sadistis dan tidak manusiawi.

“Mereka membunuh rekan kami dengan cara yang tidak bererkemanusiaan. Setelah diberondong dengan tembakan, saya melihat dengan mata saya sendiri, mereka memotong seluruh jari tangan, telinga kanan kiri, dan hidung rekan kami Yoga,” kata Ronald Ohee dengan mata berkaca-kaca, Jumat (8/8).

Peristiwa itu terjadi saat Ronald dan lima rekannya sedang melakukan patroli. Ronald tidak menduga kelompok bersenjata sudah memantau mobil mereka dari atas gunung. Di saat ia dan rekan-rekannya melalui jalan tersebut, tiba-tiba kelompok bersenjata memberondong mereka. Petaka pun datang secara mendadak tanpa diduga.

“Mereka menembak kami berenam. Kami tidak ada kesempatan untuk membalas tembakan,” tuturnya.

Ronald mengaku, saat peristiwa itu terjadi,Kampung Nambume, Distrik Pirime saat itu disinari matahari dengan hembusan hawa dingin alamnya, dari situasi menegangkan itu membuat seluruh anggota panik. Ronald bersama tiga rekannya berhasil lompat keluar dari mobil meninggalkan dua rekannya yang masih berada di dalam roda empat tersebut.

“Rekan kami yang tinggal di mobil, akhirnya kena rentetan tembakan dari kelompok bersenjata,” kata Ronald yang saat ini masih trauma jika mengingat kejadian tersebut.

Dia bersama tiga rekannya berhasil melompat ke jurang. Setelah beberapa menit dirinya melompat, ia menoleh ke arah mobil. Ronald melihat sopir sudah keluar dari mobil dan jatuh ke jurang. Entah apa yang yang ada di pikiran kelompok bersenjata itu, mereka kembali turun ke jurang untuk melihat rekan kami Yoga. Mereka kemudian mengambil rekan kami, lalu membantai rekan kami.

“Saat rekan kami dibantai seperti itu, saya sempat marah, tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya saat itu dalam keadaan takut, karena jumlah mereka banyak,” tuturnya.

Menurut Ronald ia hanya bisa melihat rekannya mengalami nasib tragis dari kejauhan tanpa mampu memberi pertolongan. Maklum, jumlah kelompok bersenjata sangat banyak, mencapai sekitar 80 hingga 100-an orang. Mereka bersenjata organik dan rakitan menyisir ke arah jurang.“Kami lari ke arah hutan tercerai berai. Saya bersama Alex Numberi, Malcon, dan Valdo berlari ke hutan untuk menyelematkan diri. Kami tidak tahu mau buat apa lagi. Yang terlintas di pikiran kami hanya lari menjauh dari tempat itu. Saat itu saya pegang senjata, sedangkan Alex tidak,” kata Ronald. (red)

Sumber: tabloidjubi

SEJUMLAH KAPAL ASING AKAN RAMAIKAN SAIL RAJA AMPAT

Pesona Raja Ampat
Jayapura, (10/8) – Sejumlah kapal negara sahabat dikabarkan akan memeriahkan parade dalam ajang Sail Raja Ampat, Papua Barat, 23 Agustus mendatang.

Komandan Lantamal X Jayapura, Brigadir Jenderal (Mar) Gatot Triswanto mengatakan, persiapan Sail Raja Ampat sudah mencapai 90 persen. Nantinya akan ada 20 kapal yang melakukan parade.

“Sejumlah kapal yang akan melakukan parade adalah kapal asing dari sejumlah ASEAN dan non ASEAN yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Brunai Darussalam, Korea Selatan dan Amerika. Namun baru Australia dan Amerika yang menyatakan kesiapannya,” kata Gatot, Minggu (10/8).

Dikatakan, rencananya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir dan menginap di Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai bersama sejumlah rombongan kenegaraan.

“Keesokan harinya akan melakukan peresmian tugu masuknya Injil di Pulau Mansinam, Manokwari-Papua Barat. Selain itu kegiatan Sail Raja Ampat 2014 melibatkan beberapa Kementerian dan Lembaga sebagai anggota panitia, antara lain Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertahanan,TNI, serta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya.

Pihak Polda Papua renacananya mengerahkan 700 an polisi untuk mengamankan Sail Raja Ampat. Kapolda Papua, Brigadir Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan pergeseran pasukan akan dilakukan H-7.

“Sejumlah pasukan berasal dari Polres Raja Ampat, Manokwari dan Sorong. Tidak ada pergeseran pasukan dari Polda Papua. Semua anggota yang dikerahkan dalam pengamanan ini berasal dari Polres Raja Ampat, Sorong dan Manokwari,” kata Yotje.Sail Raja Ampat merupakan sail yang ke-6 kalinya diselenggarakan di Indonesia setelah Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010), Sail Wakatobi Belitung (2011), Sail Morotai (2012), serta Sail Komodo di Nusa Tenggara Timur (2013).

Sumber: Tabloidjubi